Advertise Here
Promo Desember - Diskon 30%
Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts

Gempa Berkekuatan 4,4 SR Mulai Dirasakan Warga Sumatra Barat

BRITHA.COM, Padang - Gempa berkuatan 4,4 skala richter (SR) menggetarkan Sumatra Barat, Selasa (2/12) pagi. Gempa tidak menyebabkan kerusakan dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Internasional Minangkabau (BMKG BIM), Budi Samiaji, mengatakan, lokasi gempa berada pada 1.68 Lintang Selatan dan 100.35 Bujur Timur atau 58 kilometer Barat Daya Kabupaten Pesisir Selatan. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut.

Gempa terasa di sejumlah kabupaten kota yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Kota Padang Panjang, sekitar pukul 06.54 WIB. Hal itu pun diamini Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pesisir Selatan, Doni Gusrial. Dia berujar, gempa memang dirasakan warga Pesisir Selatan.

"Belum ada laporan dampak gempa seperti kerusakan atau korban jiwa," kata Doni kepada Media Indonesia, hari ini.

Pengamat gempa Ade Edward mengatakan, gempa terjadi akibat pergeseran zona Lempeng Sumatra. Ia juga meyakinkan, episentrum gempa bukan di ring megathrust Mentawai, hal yang paling ditakutkan saat ini.

"Ndak perlu dikhawatirkan," tukas Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatra Barat ini.
Source : MetroTV

Isu Bocah 6 Tahun Gila Akibat Les Berlebihan Ternyata Hoax


BRITHA.COM, JAKARTA - Tidak puas dengan ulah horor kakek sinin, si manusia petelur abal-abal. Kini Sosmed dihebohkan kembali dengan kasus serupa. Baru-baru ini kita telah dikejutkan dengan kabar ada anak yang stres gara-gara menuruti kemauan ibundanya untuk mengikuti les beberapa mata pelajaran.

Menurut berita yang beredar, anak perempuan yang kelelahan akibat terlalu dipaksa belajar dirawat di salah satu Rumah Sakit Jiwa yang ada di kawasan Jakarta Timur ternyata bohong.

Psikolog dari Rumah Sakit Duren Sawit, Jakarta-Timur, Nurul Annisa yang disebut-sebut sebagai rumah sakit menampung anak usia enam tahun tersebut membantah dengan keras bahwasanya tidak ada anak di bawah umur yang dirawat dirumah sakit tempatnya bekerja.

Sejauh ini, tidak ada pasien usia enam tahun yang terdaftar sebagai pasien rawat inap. "Informasi tersebut tidak benar. Saya sudah mengkonfirmasi ke bagian rawat inap, tidak ada pasien seperti yang diberitakan," ujarnya dalam pesan singkat yang diterima Republika, Jumat (28/11).

Nurul Annisa juga mengaku dirinya dan dua psikolog lain yang bekerja disana, juga tidak pernah menerima atau menangani pasien yang diberitakan tersebut. Fakta ini sama seperti yang dipost Republika (29/11).

Fakta lain menyebutkan bahwa ternyata di rumah sakit tersebut tidak memiliki fasilitas rawat inap anak di unit psikiatrinya. "Sejauh ini RS Duren sawit tidak menerima pasien rawat inap jiwa untuk anak," tambahnya.

Penanganan permasalahan anak, selalu melibatkan orangtua. Sehingga penanganan di rumah dengan dukungan dari berbagai pihak yang signifikan bagi anak akan lebih baik bagi perkembangan psikologis anak.

Ia juga mengungkapkan di rumah sakit tempat ia praktek pasien termuda yang terdaftar di rumah sakit berusia 19 tahun.
Source : Republika

Heboh! Warga Balikpapan Gali Sumur 60 Meter Keluar Lumpur Campur Gas Berbahaya

Lumpur campur Gas Kota Balikpapan
BRITHA.COM, BALIKPAPAN – Masih ingat dengan tragedi lumpur panas yang menggenangi Sidoarjo, Jawa Timur? Kini tragedi serupa juga dialami oleh warga Balikpapan, tepatnya RT 30 Manggar Baru, Balikpapan Timur, di samping Masjid Al Ikhlas, Sabtu (15/11) pukul 16.00 Wita.
Semburan lebih besar dibanding kejadian sebelumnya, mencapai ketinggian sekitar 30 meter, di atas kubah Masjid Al Ikhlas. Akibat semburan itu, satu rumah terendam lumpur, 11 rumah di sekitarnya dikosongkan.

Kemudian sebanyak 11 KK atau 35 orang dievakuasi menggunakan truk TNI ke penampungan sementara di embarkasi Haji Batakan. Semburan lumpur terus membludak hingga tengah malam tadi. Di sela semburan lumpur hitam, tercium bau menyengat gas.

Wakil Wali Kota (Wawali) Balik papan H Heru Bambang SE yang turun ke lokasi mengatakan kejadian tersebut termasuk bencana nasional yang harus diwaspadai. Apabila lumpur terus menyembur, lebih banyak lagi warga yang akan diungsikan. Awalnya, Ketua RT 30 Abdulah bersama 7 warga mengebor sumur untuk memenuhi kebutuhan air kelompok tani hingga sedalam 60 meter.

Siapa sangka, pengeboran sumur yang diharapkan dapat keluar air bersih malah kini menjadi bencana yang harus ditanggung warga kota Balikpapan dan sekitarnya. Pengeboran sumur ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan air kelompok tani yang didanai oleh  Bank Indonesia (BI) atas usulan para petani yang mengalami krisis air saat musim kemarau.

Karena belum ada kepastian lahan, maka Ketua RT 30 Abdulah mencoba berkoordinasi dengan pihak Masjid Al Ikhlas di wilayah sekitar untuk membuatkan sumur. Setelah diijinkan oleh pengurus masjid, Sabtu (15/11) pukul 16.00 Wita, Ketua RT Abdulah dibantu tujuh warga mulai melakukan pengeboran.

Pengeboran sempat berpindah tempat karena pengeboran pertama tidak memngeluarkan sumber air. Dilanjutkan pengeboran kedua yang lokasinya tidak jauh dari pengeboran pertama akhirnya mengeluarkan sesuatu. Namun sayangnya sesuatu itu bukanlah berupa air, melainkan lumpur yang bercampur gas. Saat itu, di kedalaman antara 60 meter dan 65 meter para pekerja melepaskan enam buah pipa yang sebelumnya ditancapkan.

“Setelah keenam pipa tadi dicabut tiba-tiba keluar asap berwarna hitam dan menyemburkan pasir bercampur air,” terang Abdulah di lokasi kejadian.

Abdulah telah menduga semburan asap hitam bercampur pasir tadi adalah gas, bergegas dirinya memerintahkan para pekerja sumur ntuk segera menjauhi lokasi titik semburan, karena khawatir terjadi kebakaran. Kapolsek Balikpapan Timur AKP Belny Warlansyah sempat meminta keterangan tujuh pekerja sumur terutama mengetahui mengapa semburan gas berwarna hitam bercampur air bisa keluar dari lubang pengeboran sumur.

“Menurut pengakuan mereka awalnya pengeboran sumur di sebelah kanan masjid. Karena pengeboran tidak bisa tembus, akhirnya pengeboran dipindahkan ke depan mesjid sekiranya di kedalaman 65 meter dengan radius getaran 100 meter. Dari dalam tanah menyemburkan lumpur disertai suara gemuruh,” jelas Belny.

Akibat kecelakaan ini, satu rumah warga tenggelam dan sebelas rumah dikosongkan. Untungnya warga sudah sempat dievakuasi. Ratusan anggota TNI Kodam VI/Mulawarman diturunkan ke TKP, mereka membuat tanggul agar lumpur tidak meluas.

Tak lama kemudian teknisi dari Pertamina dan Total tiba di lokasi melakukan identifikasi jenis dan pusat semburan Wawali Balikpapan H Heru Bambang SE meminta jajaran BPBD terus memonitor penanganan semburan gas bercampur lumpur.

Wawali juga memerintahkan Kabag Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifili untuk segera membuka tenda penampungan di embarkasi haji Batakan Kelurahan Manggar. Wawali mengatakan, semburan gas masuk dalam kategori bencana nasional, untuk status waspada sambil nanti dilihat perkembangannya.

“Untuk itu saya meminta kepada warga sekitar terus meningkatkan kewaspadaannya dan dapat segera mengungsi di posko yang disiapkan Pemkot Balikpapan,” terang Heru Bambang.

Selama semburan gas bercampur lumpur belum berhasil dibendung, maka listrik dipadamkan untuk menghindari pemicu ledakan. Warga terdekat dilarang menyalakan api, merokok dan menyalakan HP.

Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Lodewyk Pusung juga turun ke TKP. Dia mengatakan jajaran anggota TNI terus melakukan penanganan dengan membuat tanggul. Selain itu pengerjaan harus dilakukan secara tekhnik menggunakan excavator, tidak bisa secara manual.

Semua drainase di pusat semburan dipenuhi lumpur. Agar lumpur tidak mengering dan menyebabkan banjir meluas maka pihak TNI berupaya melakukan penyemprotan dengan mendorong lumpur dalam saluran drainase agar terbuang ke bantaran laut Manggar.

Kasdam Brigjen Lodewyk Pusung kembali menegaskan, tim ahli gas yang diturunkan Pertamina masih meneliti kandungan gas. “Wilayah sekitar harus steril, hanya ada petugas yang bekerja,” tegas Kasdam

Akankah fenomena ini tidak dapat diatasi, apakah memang batasan membuat lubang berkisar antara 60 meter lebih, sepertinya tidak. Mungkin ini memang karena lokasi tersebut memiliki bantalan bumi yang terlalu tipis.

Mari kita berdoa semoga musibah ini segera berakhir dan sumber lumpur bercampur gas ini cepat berhenti agar tidak semakin meluas dan mendatangkan korban jiwa.
Source : JPNN

Langka! Munculnya Gerhana Bulan pada 8 Oktober 2014

Gerhana bulan 8 oktober 2014
Foto Britha - Gerhana Bulan Total
Waw, Hari Ini 8 Oktober 2014 Gerhana Bulan Total muncul kembali. Bulan langka tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang sejak pukul 3 sore tadi dan berangsur tertutup secara penuh pada 17.25 WIB. Apakah Anda sempat melihatnya? Satu fenomena astronomi yang sayang banget dilewatkan terjadi di kuartal ketiga tahun 2014.

Dosen astronomi di Institut Teknologi Bandung, Ferry Simatupang mengungkapkan, “Puncak gerhananya pada pukul 17.54 WIB. Selewat pukul 20.33 WIB, bulan tak lagi mengalami gerhana.”

Meski demikian, diperkirakan puncak gerhana bulan total akan sulit diamati lantaran bulan masih terletak di garis ufuk. Padahal, jika diamati bulan akan berubah warna menjadi merah darah.

Ferry menambahkan, "Selain gejala pasang air laut yang tinggi, konon di tiap bulan purnama, tingkat kriminalitas melambung tinggi. Dugaan itu pernah dikaitkan dengan tingginya angka kejahatan. Namun, soal hubungan purnama dan naiknya tingkat kriminalitas secara logis, belum ada yang bisa menjelaskan."

Fenomena alam ini bukan hal baru. Sebab, hal serupa juga telah terjadi hingga kesekian kalinya pada tahun 2014. Selain gerhana bulan total, fenomena lain yang tidak kalah menghebohkan adalah terjadinya selenelion dan munculnya Uranus bersama bulan. Selenelion adalah fenomena di mana Bulan dan Matahari berada dalam posisi saling berseberangan atau berjarak 180 derajat dari bumi. [:source:]