Advertise Here
Promo Desember - Diskon 30%

Setelah Mencabuli Gadis Cilik, Kakek Usia Lanjut Bunuh Diri

Ilustrasi Gantung diri
Foto Britha - Ilustrasi Gantung Diri
BRITHA.COM, BANYUWANGI - Masih ingatkah Anda dengan gadis cilik Desy Lukitasari (12) yang diracun oleh seorang kakek usia lanjut?.

Juni Haryanto (61), kakek tua yang sangat mencintai Desy Lukitasari meski usianya yang masih kecil dan baru menduduki bangku Sekolah Dasar kelas 6.

Desy ditemukan tewas dengan luka bagian kepala di ladang tembakau, Jumat (26/9/2014) lalu. Sebelumnya, gadis yang masih duduk di kelas 6 SD tersebut dinyatakan hilang sejak Rabu (24/9/2014) lalu.

Masyarakat setempat yang merupakan salah satu tetangga Desy Lukitasari curiga dengan prilaku aneh Juni yang juga bersamaan  dengan hilangnya Dessy sehingga warga mengawasi rumah Juni Haryanto (61). Ketika Juni pulang, warga langsung memberondong pertanyaan seputar lenyapnya keberadaan Desy.

Membutuhkan waktu berjam-jam hingga keributan kecil, akhirnya Juni mengakui telah membawa korban ketengah ladang tembakau dan membunuhnya.

Saat ditemukan, kondisi mayat Desy sudah membengkak dengan luka di bagian kepala dekat mata. Ary menjelaskan ada dugaan pelaku menyetubuhi korban terlebih dahulu sebelum di bunuh.

Sementara itu, dokter Solahudin, dokter forensik RSUD Blambangan Kabupaten Banyuwangi menyatakan adanya racun tikus dalam tubuh korban serta memar di bagian kepala korban.

"Dari pemeriksaan, Juni mengaku cinta mati kepada Desy meskipun masih anak-anak. Agar tidak di miliki oleh orang lain Juni memilih mengakhiri nyawa Desy dengan onde-onde berisi racun," jelas Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini.

Usai membunuh, kakek tua itu mendekam di sel blok C3 dengan status tahanan Polsek Muncar dan dipindah ke lapas sejak tanggal 2 Oktober 2014 lalu. Namun, pagi tadi sekitar pukul 5 pagi juni mengakhiri hidupnya melalui sobekan baju diikatkan dilehernya (gantung diri).

Dugaan sementara, aksi nekat yang dilakukan oleh kakek warga Kecamatan Muncar tersebut karena stress dan perasaan bersalah atas kasus yang menimpanya.

"Sekitar jam 3 pagi ada kontrol, korban masih dalam keadaan tidur dibawah lalu di suruh pindah ke atas termasuk saat kontrol setengah 5 pagi korban juga masih tidur. Namun, setengah jam kemudian tepatnya pukul 5 komandan regu kontrol lagi dan korban sudah ditemukan tergantung," ungkap dia.

Di dalam sel terdapat tiga orang dan tidak ada yang menyadari saat korban gantung diri. "Rekan satu sel nya masih tidur. Menurut pengakuan rekan satu sel, korban sempat diajak shalat Isya tapi menolak dan mengatakan belakangan saja. Sempat bangun jam 12 malam dan bercerita lalu tidur lagi," kata Marlik.

Jenazah Juni Haryanto langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan untuk diotopsi sebelum diserahkan ke pihak kepolisian dan keluarga.

0 komentar: