
Dikutip dari detikhealth, informasi meninggalnya Ashira didapat dari salah seorang kerabat Ashira yang mengatakan, Ashira meninggal kemarin malam di Guangzhou. Kabar kematian Ashira pun menyebar luas di akun Instagram milik Ashira sendiri (Prayforashira). Dikatakan lewat akun instagram tersebut, setelah berjuang keras melawan penyakitnya, Ashira Shalva akhirnya menutup usianya pada pukul 21.31 (waktu Guangzhou).
Baca Juga : Penyebab dan Gejala Neuroblastoma
Saat sedang menjalani pengobatan, kondisi Ashira yang naik turun santer menarik perhatian pemakai sosial media, baik di Facebook, Path, Twitter, dan Instagram. Akun Instagram Prayforashira dibuat untuk mengabarkan kondisi Ashira yang pada waktu itu sedang dirawat di Guangzhou Modern Cancer Hospital. Tagar #prayforashira juga diciptakan di Twitter untuk menyebarluaskan kondisi Ashira.
Ashira yang lahir pada 27 Juli 2012 tersebut awalnya mengeluh sakit perut. Perutnya terlihat sedikit membengkak. Orang tua awalnya hanya mengira itu hanyalah gejala demam atau sesuatu terjadi di lambung putrinya tersebut, tak ada pikiran aneh dari orang tua Ashira karena sang putri yang selalu terlihat energik. Namun lama kelamaan perut Ashira semakin keras dan dia mulai kehilangan selera makan.
Orang tuanya memutuskan membawa Ashira ke dokter anak yang menangani masalah pencernaan anak. Dokter menyarankan untuk dilakukan X-Ray jika ukuran perutnya tidak kunjung mengecil. Hasil dari X-Ray, ada massa di tubuh gadis kecil itu. Hasil USG dan CT-Scan diketahui ada tumor di perut sebelah kanannya. Dokter lalu mendiagnosis Ashira dengan neuroblastoma.
Akhirnya setelah menjalankan perawatan, Ashira berpulang ke haribaan Tuhan. Semoga selalu damai Ashira.




0 komentar:
Post a Comment