Advertise Here
Promo Desember - Diskon 30%

MUI: Tak Usah Bingung Memilih Jadwal Puasa Arafah 2014! Kok Gitu?

Puasa Arafah
Foto Britha : Ilustrasi Penetapan Jadwal Puasa Arafah
BRITHA.COM - Warga banyak yang bingung dengan hari pasti kapan jatuhnya tanggal Puasa Arafah tahun ini, apakah hari jumat, atau hari sabtu.
Untuk menengahi agar tidak terjadi simpang siur, MUI menyarankan Kepada Umat. Patokan mengerjakan puasa Arafah adalah tanggal 9 Zulhijjah. Dalam hal ini tanggal yang diacu adalah pilihan masing-masing umat.

Perbedaan jadwal Puasa Arafah terjadi ketika pemerintah Arab Saudi menetapkan Idul Adha 1435 H jatuh pada Sabtu, 4 Oktober 2014. Dengan demikian, wukuf yang merupakan puncak ibadah haji akan dilaksanakan sehari sebelumnya, Jumat 3 Oktober alias hari ini. Ketika jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah itulah pendapat umum menyatakan umat Islam di wilayah lain mengerjakan Puasa Arafah.

Dalam sidang isbat 24 September lalu, pemerintah Indonesia menetapkan bahwa Idul Adha jatuh bukan pada hari Sabtu, melainkan Minggu, 5 Oktober 2014. Dengan demikian, umat yang mengikuti pemerintah akan melaksanakan puasa Arafah pada Sabtu mendatang. Inilah yang meicu perbedaan waktu antara Arab dengan Indonesia.

Pimpinan MUI Pusat, Anwar Abbas menegaskan bahwa umat tidak perlu bingung. Dikatakan Ketua MUI, “Apakah 9 Zulhijah-nya jatuh pada 3 Oktober atau 4 Oktober, mengacu pada keputusan yang dipilih masyarakat masing-masing.”

Menurut Anwar Abbas, pelaksanaan puasa Arafah berbeda waktu dengan wukuf. Ia menyampaikan, “Puasa Arafah tidak terkait dengan pelaksanaan wukuf. Jika terjadi bencana alam besar di Arafah sampai-sampai wukuf tidak bisa dilaksanakan, apakah kita lantas tidak puasa Arafah? Ya kita tetap puasa Arafah.”

Ketua MUI menyebutkan, pada dasarnya ada tiga kelompok umat Islam dalam merayakan Idul Adha tahun ini. Yang pertama adalah yang mengikuti versi pemerintah dan NU. Kelompok ini merayakan Idul Adha pada Minggu, 5 Oktober, karena melandaskan perhitungan pada metode imkanur rukyat.

Ada juga kelompok Muhammadiyah dan ormas lain, yang menetapkan Idul Adha jatuh pada Sabtu, 4 Oktober. Perhitungannya didasarkan pada sistem hisab.

Selain itu, ada pula kelompok yang merujuk pada keputusan pemerintah Arab Saudi. Karena pemerintah negara tersebut menetapkan Idul Adha jatuh pada 4 Oktober, maka kelompok ini mengikutinya.

Mana yang paling benar? Menurut Azwar Abbas baik NU, Muhammadiyah, maupun ormas-ormas Islam lainnya sudah memiliki landasan keyakinan masing-masing. yang terpenting adalah menjaga toleransi. [:source:]

0 komentar: